PPP Yakin Partai Islam Masih Mampu Gaet Pemilih

| 4 January 2013 | 0 Komentar

TEMPO.COJakarta - Partai Persatuan Pembangunan optimistis partai Islam tidak akan keok menghadapi partai dengan ideologi lain dalam pemilihn umum 2014. Syaratnya, partai yang berasaskan Islam terus meningkatkan konsolidasi kader di level akar rumput.

“Pandangan seperti itu sudah sering kami dengar,” kata Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saifuddin saat dihubungi Tempo, Selasa, 25 Desember 2012. Lukman menyatakan, partai akan terus mengkonsolidasikan kadernya di daerah yang menjadi basis partai berlambang Kaabah ini.

Sebelumnya, peneliti Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi memprediksi suara partai Islam pada Pemilu 2014 akan menurun dibandingkan dengan Pemilu 2009. Menurut dia, perkembangan sosiologis pemilih tak lagi melihat relevansi ideologi partai dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Meski di satu sisi proses pesantrenisasi di Indonesia semakin berkembang, namun pilihan politik masyarakat tak lagi merujuk kepada partai islam. “Ideologi seperti islam, tak lagi punya insentif elektoral pada masyarakat,” ucapnya.

Menurunnya citra partai Islam di mata publik, kata Burhanuddin, lebih disebabkan gagalnya mereka dalam mengawal isu kebangsaan, seperti pertumbuhan ekonomi, dan pemberantasan korupsi. Untuk dua isu ini, partai Islam masih kalah bersaing dengan partai nasionalis.

Lukman menyatakan, partainya akan memaksimalkan provinsi yang selama ini menjadi basis, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Daerah terakhir, peluangnya semakin besar karena semakin banyak kiai yang kembali ke ‘rumah besar’ umat Islam.

Saat ini PPP dalam tahap finalisasi penyusunan calon legislatif. Selama ini, partai menilai kinerja kadernya di legislatif sudah baik. Tapi Lukman tidak menyebutkan target suara yang ingin diraih pada pemilu mendatang. “Kami menghitung suara dari bawah dulu baru bisa tentukan target nasional,” kata wakil Ketua MPR ini.

WAYAN AGUS PURNOMO

Kategori: Berita, Partai

Tentang Penulis ()

Tulis Komentar