KPK Ajak Pemuda Anti korupsi

| 13 February 2013 | 0 Komentar

fajar 1MAJALENGKA – Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) melatih puluhan orang pemuda dari berbagai elemen organisasi kepemudaan (OKP) di Kabupaten Majalengka tentang pola dan penanganan korupsi. Diharapkan, mereka mampu menyebarkan pengetahuan itu ke masyarakat.

Pelatihan yang diberinama “kongres dan Pendidikan kejujuran” kepada pemuda tersebut digelar di gedung Graha Pemuda KNPI Majalengka, atas kerjasama keluarga mahasiswa majalengka (Kemka) jaya-Jakarta, KNPI Majalengka sementara perwakilan KPK yang datang adalah Andri dari Dikyanmas KPK.

Andri menjelaskan makna korupsi menurut asal kata, menurut Transparency Internasional dan menurut UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No 21/2001. Ia juga memaparkan mengenai jenis-jenis korupsi. Agar mudah dipahami, penjelasan tersebut disertai contoh kasus-kasus mutakhir, seperti kasus salah satu ketua partai.

Ketua Keluarga Mahasiswa Majalengka (kemka) Jaya-Jakarta, mengatakan sebagian besar peserta training adalah pemuda dan mahasiswa dari berbagai OKP yang ada di Kabupaten Majalengka.”diharapkan, mereka akan menyampaikan pengetahuan ini ke masyarakat secara langsung,”katanya

Menurut rencana, usai kegiatan tersebut, sebanyak 27 pemua yang mengikuti pelatihan tersebut akan ditindaklanjuti dengan training of trainer (TOT) selama 4 tahun oleh KPK selama berjenjang baik di kabupaten majalengka maupun kota lainya. Dengan harapan kader-kader anti korupsi di Majalengka dapat menularkan ilmunya.

Sementara itu wakil ketua DPD KNPI Majalengka, M Fajar Shidik mengaku, dengan adanya kongres dan pendidikan kejujuran yang dilaksanakan oleh Kemka-Jaya dengan menggandeng KPK dapat membuka pintu masuk lembaga anti korupsi ke Majalengka. Karena sudah sepatutnya pemuda mengawasi dan menjadi agen perubahan dalam menangani korupsi.

“belum ada kata terlambat dalam mencegah korupsi karena secara tidak sadar dalam lingkungan kita sering terjadi namanya KKN,” tegas mantan Ketua PMII Majalengka ini.

Masih menurut fajar, dengan maraknya KKN tersebut merupakan budaya yang sudah harus diberantas oleh elemen pemuda karena sejatinya penindakan tersebut merupakan contoh dan pengingat bagi generasi tua baik yang tengah diberikan amanah untuk memimpin dilembaga pemerintah maupun lembaga non provit, “ kami mengajak kepada semua elemen pemuda khususnya untuk bersama-sama melawan dan mensosialisasikan bahaya laten korupsi kepada masyarakat,” tegasnya. (kis)

Sumber : Rakyat Cirebon

Kategori: Berita, Majalengka

Tentang Penulis ()

Tulis Komentar